NADIKABAR.COM — CEO menyamar menjadi karyawan biasa. Pria miskin ternyata pewaris keluarga kaya. Atau perempuan sederhana yang tiba-tiba terlibat kisah cinta dengan pria superkaya.

Cerita-cerita semacam itu mungkin terdengar klise. Namun di industri mini drama, formula tersebut justru menjadi salah satu resep mujarab untuk merebut perhatian penonton.

Hal itu tervalidasi saat NadiKabar berkunjung ke kantor Dramabox di Beijing, China. Platform mini drama ini menghadirkan serial dengan episode singkat, tetapi memiliki konflik yang bergerak cepat dan dibuat untuk membuat penonton terus melanjutkan cerita.

Daniel Wang, Global Director of Data & Innovative Marketing DramaBox, mengatakan booming mini drama tidak terlepas dari perkembangan teknologi sekaligus perubahan perilaku pengguna.

Masyarakat kini semakin banyak menghabiskan waktu dengan smartphone dibandingkan televisi. Cara menikmati hiburan pun ikut berubah. Pengguna lebih suka mengakses konten melalui perangkat yang selalu berada dalam genggaman dan dapat dinikmati secara personal.

Namun memang, lanjut Daniel, teknologi saja tidak cukup cerita tetap menjadi kunci. Mini drama harus mampu menyentuh emosi penonton dan membuat mereka merasa cerita tersebut relevan atau menarik. Karena durasinya pendek, daya tarik cerita harus muncul sejak awal.

"Cerita harus bisa menarik emosi penonton dalam satu sampai dua menit pertama," ujarnya saat berbincang di kantor Dramabox.

Setelah penonton masuk ke dalam cerita, konflik berikutnya akan membuat mereka semakin terikat. Di sinilah format mini drama memiliki karakter yang berbeda dari serial televisi konvensional.

Cerita bergerak dengan pace cepat. Tidak banyak waktu untuk membangun konflik secara perlahan. Setiap episode harus memberikan sesuatu kepada penonton: konflik, kejutan, emosi, atau pertanyaan yang membuat mereka penasaran dengan episode selanjutnya.

Misalnya, setelah karakter diperlakukan rendah oleh orang lain, akhirnya identitas aslinya terbongkar dan dia mendapatkan pengakuan atau membalas perlakuan tersebut. Penonton merasa, "Nah, ini yang gue tunggu!".

Bisa juga, cerita tentang CEO yang menyamar misalnya. Di sini memungkinkan konflik muncul dengan cepat: seorang bos kaya berpura-pura menjadi orang biasa, kemudian menghadapi berbagai perlakuan dari orang-orang di sekitarnya sebelum identitas aslinya terbongkar.

Formula serupa muncul dalam cerita tentang seseorang yang terlihat miskin tetapi ternyata berasal dari keluarga kaya raya, atau romansa antara orang sederhana dengan sosok superkaya.