TS mengaku meninggalkan rumah karena cekcok dengan Deni. Ia sempat ke Sumedang dengan niat mencari pekerjaan sebagai babysitter.

"Saya keluar rumah karena ada masalah cekcok aja. Saya ke Sumedang langsung. Memang mau cari kerja juga mau jadi babysitter. Sekarang sama suami lagi. Kalau disekap dan mau dijual itu biar suami saya nggak nyari. Kan saya kesal. Tahunya suami malah makin khawatir," kata TS.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan keluarga. Petugas menurunkan tim untuk mencari keberadaan korban.

"Kami melakukan respon cepat atas laporan warga masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya. Kami tim dari PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya turun tangan sampai kejar ke Bekasi dan akhirnya ditemukanlah korban di Sumedang," ujar Ade saat dikonfirmasi NadiKabar, Kamis (26/8/2026).

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Heru Syamsul Bahri menjelaskan, hasil pemeriksaan menunjukkan motif TS meninggalkan rumah adalah masalah rumah tangga. Korban sengaja kabur karena diduga ingin bercerai dengan suaminya.

"Motif korban diduga ingin cerai dengan suami jadi kabur dari rumah," kata Heru.

Heru menyebut korban awalnya bercerita kepada suaminya melalui telepon bahwa dirinya disekap di Bekasi dan dipaksa menjadi pemandu lagu (PL).