NADIKABAR.COM — Komunitas Driver Nuse Bersatu di Nusa Penida, Klungkung, Bali, bersiap menggelar audiensi besar-besaran untuk membahas persoalan pariwisata di pulau tersebut. Komunitas yang memayungi para pengemudi pariwisata ini menilai persoalan yang melilit sektor pariwisata Nusa Penida saat ini sudah sangat kompleks.
Ketua Driver Nuse Bersatu, I Komang Suta, menerangkan fokus utama dalam pertemuan tersebut mencakup kebijakan pemerintah terkait penerapan tiket retribusi Daya Tarik Wisata (DTW), hingga persoalan infrastruktur dan fasilitas penunjang pariwisata yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius.
"Kalau dibilang dari permasalahan saat ini Nusa Penida banyak sekali masalahnya. Terkait kebijakan pemerintah daerah. Seperti perihal tiket retribusi DTW, infrastruktur, fasilitas, dan permasalahan lainnya," terang Suta saat dihubungi NadiKabar, Minggu (6/9/2026) pagi.
Berdasarkan surat undangan yang dilayangkan oleh Driver Nuse Bersatu tertanggal 4 September 2026, agenda diskusi bertajuk "Diskusi Kendala Pariwisata Nusa Penida" ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 05.00 Wita di Caspla Beach Club.
Undangan ini juga turut dialamatkan kepada berbagai unsur penting di Kabupaten Klungkung, mulai dari Bupati Klungkung, Dandim 1610, Kapolres Klungkung, Kejari Klungkung, hingga jajaran kepala dinas terkait seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas PMTSP, Dinas PU, Kasatpol PP, DLPHP, dan Kabag Hukum.
Selain unsur pimpinan daerah dan penegak hukum, undangan ini juga melibatkan asosiasi dan pelaku industri pariwisata lainnya seperti PHRI, BPBD, HPPNP, pengusaha fastboat Nusa Penida, hingga perwakilan driver se-Kecamatan Nusa Penida.
Suta memastikan seluruh driver dan pelaku usaha wisata Nusa Penida akan tumpah ruah hadir dalam agenda penting ini guna mencari solusi bersama demi kemajuan pariwisata lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Klungkung I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, menerangkan akan siap menghadiri undangan audiensi akbar tersebut. Sejak awal pihaknya menekankan pentingnya evaluasi dalam kebijakan penerapan retribusi DTW yang dimulai awal September lalu.
"Saya akan hadir. Kita siap mendengar masukan dan kritik dari elemen masyarakat dan pelaku usaha pariwisata. Tujuannya untuk kita bisa bersama-sama melakukan perbaikan," terang Mahajaya.