Dia mengatakan operasi udara dengan teknologi ini dilaksanakan oleh BNPB bersama TNI dan BMKG di wilayah Sumatera Selatan sejak 16 Oktober 2026 menggunakan pesawat Casa 212. Dia mengatakan langkah serupa resmi diperluas ke Kalimantan Tengah mulai 19 Oktober 2026 dengan mengerahkan pesawat Casa 212-200.

Berton mengatakan BNPB juga mengevaluasi penyebaran dry ice setelah ada laporan warga yang rumahnya kejatuhan butiran dry ice. Dia mengatakan butiran dry ice akan dipecah lebih halus sehingga langsung menguap saat disebar di udara.

"Terhadap laporan masyarakat mengenai ditemukannya material dry ice yang jatuh di permukiman warga, BNPB langsung melakukan evaluasi standar operasional. Tim penerbangan kini memperketat prosedur penyemaian dengan memasang saringan khusus pada corong penabur serta memecah dry ice menjadi butiran halus sebelum disebar agar habis menguap di udara," ujarnya.