Selama penyelenggaraan, DTIIF 2026 menghadirkan total 274 pembicara dan moderator dalam tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan sesi pitching/showcase yang mempertemukan BUMN, peneliti muda, dan perusahaan rintisan berbasis teknologi (tech-based startups).
Dua sesi Distinguished Lecture menghadirkan peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt dan Thomas J. Sargent. Keduanya membahas pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi (technology-based economic growth) dan kecerdasan buatan (AI) sebagai akselerator.
Sementara itu, sesi panel sektoral dan kolaborasi membahas peluang pengembangan teknologi di enam sektor strategis, yakni energi; telekomunikasi dan infrastruktur digital; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; keuangan dan perbankan; serta transportasi dan infrastruktur.
Rangkaian kegiatan DTIIF 2026 disusun dalam tiga tahap, yaitu Imagine, Advance, dan Build.
"Ketiga tahap ini, dari frontier teknologi, kemajuan teknologi, sampai industri yang berkelanjutan, menjadi topik, tujuan, sekaligus fokus kami di Danantara," ujar Sigit.
Setelah forum berakhir, Danantara Indonesia akan mengawal berbagai kesepakatan yang dihasilkan hingga tahap implementasi. Langkah ini diharapkan dapat memastikan kolaborasi yang terbangun tidak berhenti pada penandatanganan, tetapi berlanjut menjadi upaya nyata untuk memperkuat kemampuan teknologi, daya saing industri, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Agenda kemitraan dan investasi Danantara Indonesia selanjutnya akan berlanjut melalui penyelenggaraan perdana New Asia Forum (NAF) pada 3-4 Desember 2026 di Bali. Forum tersebut akan memperluas agenda kemitraan dan investasi Danantara Indonesia ke tingkat kawasan Asia.