"Setelah kedatangan empat orang tersebut, keesokan harinya dua yoni yang diduga cagar alam itu hilang. Kejadian hilangnya dua yoni itu berdasarkan keterangan saksi mata sekitar dua bulan lalu yakni bulan Juli, namun hilangnya dua yoni itu baru diketahui dan dilaporkan pada Selasa (22/9)," katanya.
Di lokasi hilangnya yoni tersebut ditemukan sisa tasbih, alat-alat gerabah buatan modern, struktur batu bata diduga batu bata kuno yang ditumpuk menyerupai punden, namun sudah hancur karena keberadaan akar pohon besar.
"Berdasarkan keterangan warga, aksi pencurian tidak hanya baru terjadi sekali saja. Kedua yoni tersebut sudah pernah hilang sekali, namun ditemukan di tempat lain karena pencurinya meninggalkan begitu saja," katanya.
Agung menjelaskan hilangnya dua yoni tersebut langsung dilaporkan kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur dan pihaknya masih menunggu saran dari lembaga tersebut, termasuk langkah hukum untuk menyelamatkan keberadaan benda cagar alam Yoni Pocangan itu.
Batu yoni itu diduga berasal dari era klasik zaman Medang atau sebelum Majapahit dan sebelumnya berada di pemakaman kuno yang dikenal sebagai Asta Pocangsari atau Mocangsari.