Berdasarkan penerapan pada Train G dan Train H selama Januari 2023 hingga Oktober 2024, teknologi tersebut menghasilkan penghematan 159.950 ton steam dan 592 MMSCF fuel gas dengan nilai efisiensi mencapai 6,04 juta dolar AS.
Penghematan tersebut dicapai melalui investasi sekitar 2.000 dolar AS dengan periode pengembalian investasi kurang dari satu bulan.
Sementara itu, inovasi peraih juara ketiga berupa metode pencegahan kebocoran hidrokarbon pada pengoperasian Liquefied Petroleum Gas Booster Cooler yang berpotensi menghindari kehilangan produksi LNG senilai 17,6 juta dolar AS per tahun.
Teknologi tersebut juga berpotensi mencegah emisi gas rumah kaca sebesar 134.443 ton setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun serta menghemat sekitar 1.947 MMSCF fuel gas per tahun tanpa memerlukan investasi peralatan baru.
Lead Engineer Production Planning & Energy Badak LNG sekaligus perwakilan inventor, Bambang Irawan, menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan inovasi tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi di lingkungan perusahaan.