NADIKABAR.COM — Dua naskah Nusantara yang diajukan Perpustakaan Nasional (Perpusnas), yakni Bo’ Sangaji Kai: Catatan Kerajaan Bima, Saksi Erupsi Tambora 1815 dan Kidung Bhuwana Wināśa (Nyanyian tentang Dunia yang Telah Lenyap), resmi tercatat dalam daftar ingatan dunia.

UNESCO menetapkan kedua naskah Nusantara tersebut sebagai memori kolektif dunia di kawasan Asia dan Pasifik pada pertemuan umum Ke-11 Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MoWCAP) di Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Jakarta pada Kamis (5/11).

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat menjelaskan, kedua naskah tersebut berasal dari koleksi yang telah ditetapkan sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON), melalui proses penilaian di tingkat nasional oleh tim Memory of the World Indonesia untuk menentukan naskah mana yang layak diajukan ke tingkat regional Asia Pasifik.

"Pengakuan ini sekaligus menunjukkan bahwa upaya pelestarian naskah yang dilakukan selama ini memiliki arti penting, bukan hanya dari sisi keberadaan fisiknya, melainkan juga kandungan pengetahuan dan nilai sejarah di dalamnya," ujar Aminudin.