Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembangunan 5.000 KNMP serta menyiapkan pengembangan budidaya ikan tematik di 40.000 titik untuk mendukung kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.
Selain itu, di tingkat desa, pemerintah juga memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai penopang ekonomi masyarakat.
Sebanyak 10.070 koperasi telah resmi beroperasi dari total lebih dari 28 ribu koperasi yang telah terbangun. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 35 ribu hingga 40 ribu pada akhir tahun.
KDKMP disiapkan sebagai infrastruktur ekonomi desa yang dapat mendukung penyaluran produk bersubsidi dan program bantuan sosial pemerintah. Kehadiran koperasi juga diarahkan untuk memperpendek rantai distribusi dan mendekatkan layanan ekonomi kepada masyarakat desa.
Zulhas mengatakan transformasi pangan juga memerlukan lingkungan yang terjaga dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Pihaknya turut mendorong penguatan tata kelola lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Hal ini dilakukan melalui pengolahan sampah di sumber, dan residu sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali dapat diolah menjadi sumber energi listrik melalui teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).