NADIKABAR.COM — Pemerintah terus memperluas program revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kedua program ini ditujukan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan sekaligus mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan revitalisasi sekolah dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

"Revitalisasi dan digitalisasi itu bukan tujuan, tetapi sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang bermutu," ujar Mu'ti seperti dikutip, Kamis (21/10/2026).

Pada 2025, program revitalisasi menjangkau 16.167 satuan pendidikan, melampaui target awal sebanyak 10.440 satuan pendidikan. Program tersebut memberikan manfaat kepada lebih dari 4,2 juta peserta didik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Perbaikan sarana dan prasarana sekolah diharapkan membuat kegiatan belajar mengajar berlangsung lebih aman dan nyaman. Program ini juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta tenaga kerja setempat sehingga turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah melanjutkan program tersebut pada 2026 dengan sasaran yang lebih besar, yakni 51.744 satuan pendidikan. Jumlah itu terdiri atas 11.744 satuan pendidikan dalam pagu awal dan tambahan 40 ribu satuan pendidikan yang disalurkan dalam dua tahap.