Prioritas diberikan kepada sekolah yang membutuhkan perbaikan, terutama satuan pendidikan dengan kerusakan berat, sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah terdampak bencana.

Program revitalisasi pada 2026 ditargetkan memberikan manfaat bagi 8.453.369 siswa yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 6.481 kecamatan. Hingga 28 September 2026, bantuan telah disalurkan kepada 38.586 satuan pendidikan.

Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 289 Ribu Sekolah

Selain memperbaiki fasilitas sekolah, pemerintah memperluas pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam laporan perkembangan program pada September 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyebut sekitar 289 ribu satuan pendidikan telah menerima perangkat digitalisasi pembelajaran sejak 2025.

Perangkat yang disalurkan meliputi Papan Interaktif Digital (PID) atau interactive flat panel (IFP), laptop, dan perangkat penyimpanan eksternal.

Penggunaan PID diharapkan membantu guru menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik sekaligus mendorong siswa terlibat aktif selama pembelajaran.