Rosan menjelaskan, investasi di luar Jawa mendominasi dengan kontribusi 51,8% atau senilai Rp 2.031 triliun. Sementara itu, Jawa menyumbang 48,2% dari total investasi, setara Rp 1.892,2 triliun.

Sementara berdasarkan asalnya, investasi dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 1.998,7 triliun atau 50,9% dari total investasi. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi asing (PMA) yang tercatat sebesar Rp 1.924,5 triliun atau 49,1%.

"Kontribusi investasi dalam negeri maupun luar negerinya, dalam negerinya 50,09% atau Rp 1.998,7 triliun, berbanding tipis dengan PMA-nya 49,1% atau Rp 1.924,5 triliun," ujar Rosan yang juga CEO Danantara.