Meski pembersihan telah dimulai, Bambang memastikan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan masih berlangsung.
"Proses penanganan dan pembuktian hukum selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Selatan untuk mengungkap penyebab pasti insiden," katanya.
Sebelumnya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 18 kamera pengawas (CCTV) dari sejumlah titik di sekitar lokasi ledakan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan mengatakan kamera pengawas tersebut diamankan saat olah TKP kedua pada Kamis (15/10).
Rekaman CCTV akan diperiksa untuk mengetahui situasi sebelum ledakan terjadi, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.
"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," ujarnya.