NADIKABAR.COM — Kepolisian mulai membersihkan kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten, setelah ledakan yang menewaskan dua orang dan menyebabkan 11 lainnya terluka guna memulihkan aktivitas perdagangan masyarakat.

Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq di Tangerang, Kamis, mengatakan pembersihan dilakukan setelah tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim dari Puslabfor Mabes Polri dan Ditreskrimum Polda Metro sudah selesai melakukan olah TKP. Sesuai arahan Kapolres Tangsel, area yang terdampak langsung dibersihkan dan diperbaiki agar kawasan ini dapat segera kembali digunakan untuk aktivitas perdagangan," katanya.

Bambang menjelaskan langkah tersebut bertujuan mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi warga yang sempat terganggu akibat ledakan pada Rabu (14/10).

Menurut dia, Pasar Cimanggis merupakan salah satu pusat kegiatan perdagangan masyarakat yang beroperasi hingga dini hari.

"Pasar ini menjadi pusat pergerakan ekonomi masyarakat. Aktivitas jual beli di sini sangat padat, dimulai dari sore hingga pagi menjelang subuh tanpa henti," ujarnya.

Ia berharap pembersihan dan perbaikan kawasan terdampak dapat segera diselesaikan sehingga para pedagang bisa kembali menjalankan kegiatan usahanya.

Meski pembersihan telah dimulai, Bambang memastikan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan masih berlangsung.

"Proses penanganan dan pembuktian hukum selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tangerang Selatan untuk mengungkap penyebab pasti insiden," katanya.

Sebelumnya, Puslabfor Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mengamankan 18 kamera pengawas (CCTV) dari sejumlah titik di sekitar lokasi ledakan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol. Imron Ermawan mengatakan kamera pengawas tersebut diamankan saat olah TKP kedua pada Kamis (15/10).

Rekaman CCTV akan diperiksa untuk mengetahui situasi sebelum ledakan terjadi, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kesengajaan.

"Akan kita buka untuk mengetahui isi dari tempat terjadinya ledakan itu. Apakah sesuatu hal yang disengaja atau tidak disengaja," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Puslabfor Bareskrim Polri AKBP Jakaria Sembiring mengatakan petugas menemukan sejumlah komponen di lokasi kejadian.

Barang yang ditemukan antara lain tabung gas etilen berkapasitas 50 kilogram, potongan selang penyalur gas, dan sebuah dinamo.

"Kami menemukan ada sebuah tabung, tabung gas isi 50 kilo. Itu tabung gas etilen," katanya.

Menurut Jakaria, petugas masih akan memeriksa instalasi listrik dan kondisi dinamo untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan yang dapat menimbulkan percikan api.

Hingga Kamis (15/10), polisi mencatat 13 korban akibat ledakan tersebut, terdiri atas dua orang meninggal dunia dan 11 orang yang masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit.

Polisi belum menyimpulkan penyebab pasti ledakan karena proses penyelidikan dan pemeriksaan barang bukti masih berlangsung.