"Dan tentu tujuannya sekali lagi dalam rangka menjaga stabilitas dan keamanan internasional. Termasuk pengamanan terhadap ekonomi dan juga supply chains dan juga energi dan juga keamanan secara energi dan juga security food di seluruh dunia yang mengakibatkan atau yang terdampak daripada tindakan ini," jelas Faisal.
Faisal menjelaskan, sejak kelompok Houthi melakukan kudeta terhadap pemerintah Yaman yang sah pada 2014, Arab Saudi terus mendorong penyelesaian konflik melalui solusi politik yang komprehensif dan berkelanjutan. Arab Saudi juga disebut telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan pembangunan ekonomi kepada rakyat Yaman senilai USD 12,6 miliar selama periode 2012-2026.
Namun, menurut Faisal, berbagai inisiatif perdamaian yang diupayakan Arab Saudi tidak mendapat respons positif dari kelompok Houthi. Dia juga menyebut serangan kelompok tersebut berulang kali menyasar objek vital dan bandara sipil, termasuk Bandara Abha, Bandara Internasional King Khalid, dan Bandara King Fahd.
"Kerajaan Arab Saudi juga melalui aliansi internasional mendukung penuh pemerintahan Yaman yang sah dan juga berkoordinasi dengan pemerintahan Yaman yang sah. Tentu tujuan daripada ini adalah untuk mendukung kemampuan daripada negara Yaman dalam menegakkan keamanan dan stabilitas di negeri tersebut," tutur Faisal.
"Namun demikian, milisi Houthi ini menolak upaya-upaya dan inisiatif-inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi untuk tercapainya solusi politik tersebut secara komprehensif di Yaman," sambung dia.
Faisal menyebut rangkaian serangan kelompok Houthi di Arab Saudi telah menyebabkan 17 orang meninggal dunia dan 333 orang mengalami luka-luka.