Siti lantas menyoroti kunjungan Presiden Soekarno ke makam Imam Bukhari ke Uzbekistan pada 1956 sebagai tonggak penting dari ikatan persahabatan antara kedua bangsa.

β€œTahun ini menandai 70 tahun sejak Presiden Soekarno berkunjung ke Uzbekistan pada 4β€”6 September 1956. Peristiwa tersebut diakui sebagai kunjungan seorang kepala negara pertama ke Uzbekistan,” tambahnya.

Sosok Imam Bukhari menjadi bukti akan kuatnya pondasi Indonesia dan Uzbekistan dalam memperkuat kemitraan bilateral, khususnya ekonomi dan hubungan antarmasyarakat, kata Dubes Siti.

Pada periode Januariβ€”Juli 2026, nilai perdagangan antara Indonesia dan Uzbekistan mencapai 123 juta dolar AS, meningkat 10 persen secara year-on-year (yoy), kata dia.