Upaya membawa pencak silat ke panggung Olimpiade membutuhkan proses panjang, konsistensi pembinaan, peningkatan kualitas kompetisi, sekaligus kemampuan mempertahankan jati diri pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia, katanya.
Perkembangan pencak silat di AS tidak terlepas dari peran Wona Sumantri, praktisi keturunan Sunda yang dibesarkan di AS. Lebih dari tiga dekade menekuni pencak silat, ia mengajar di Maryland dan turut memelopori pembentukan USA Pencak Silat Federation pada 2012.
Dari komunitas-komunitas kecil, pencak silat kini telah berkembang di 15 negara bagian Amerika Serikat dan berhimpun dalam tiga organisasi, yakni United States Sport Silat Association (USSSA), USA Pencak Silat Federation (UPSF), dan Pentjak Silat USA.
Aktivitas pencak silat tercatat berkembang antara lain di California, Colorado, Hawaii, Illinois, Maryland, Massachusetts, Missouri, New Hampshire, New York, Texas, Utah, Vermont, dan Virginia.
Menariknya, sejumlah atlet yang tampil dalam kejuaraan ini baru saja kembali dari Indonesia setelah menjalani pelatihan selama dua hingga tiga pekan di sejumlah padepokan.
Mereka antara lain berlatih di Padepokan Putra Betawi, Padepokan IPSI, Padepokan Pendekar Bapak Haji Jatnika, serta Padepokan Persaudaraan Pencak Silat Salamun Alaikum.
Pengalaman berlatih langsung di Indonesia bersama para guru dan pendekar tersebut menjadi bekal penting bagi para atlet untuk membawa nilai dan teknik pencak silat dari tanah kelahirannya ke arena kompetisi di Amerika Serikat.