Dalam kejuaraan di Virginia, aspek seni dan tanding sama-sama mendapatkan ruang. Cabang seni memperlihatkan pencak silat sebagai perpaduan keanggunan, harmoni, ketepatan, dan keindahan gerak.

Sementara cabang tanding menekankan disiplin, keberanian, sportivitas, serta ketangguhan yang dibentuk melalui latihan panjang.

Pada Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat 2026, kategori Seni Putra dimenangkan Zacharia Mohamed, sedangkan kategori Seni Putri dimenangkan Asiya Saleem.

Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan tersebut memperlihatkan bagaimana pencak silat dapat menjadi jembatan budaya antara Indonesia dan AS. Para pesilat membawa bukan hanya teknik bela diri, tetapi juga nilai, tradisi, karakter, dan identitas budaya Indonesia.

Momentum menuju Los Angeles 2028 pun memberikan arti strategis. Ketika pencak silat semakin dikenal dan dipraktikkan di berbagai belahan dunia, peluang untuk memperkenalkannya di panggung olahraga internasional semakin terbuka.

Dari Herndon, Virginia, pencak silat kembali menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia mampu melintasi batas geografis tanpa kehilangan akar. Ia tumbuh di tanah baru, tetapi tetap membawa ruh Nusantara, kata Dubes Indroyono.

"Kejuaraan Pencak Silat Amerika Serikat Ke-III menjadi salah satu bukti bahwa perjalanan tersebut terus bergerak - dari padepokan di Indonesia, komunitas diaspora, hingga arena olahraga Amerika Serikat, menuju cita-cita yang lebih besar di panggung dunia," demikian katanya.