NADIKABAR.COM — Duta Besar Korea Selatan (Korsel) untuk Indonesia Yoon Soongu menilai bahwa sektor hijau dan transformasi digital menjadi dua pilar penting dalam pengembangan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Korea Selatan.
"Sektor ramah lingkungan dan transformasi digital merupakan dua pilar penting bagi pengembangan lebih lanjut hubungan ekonomi bilateral RI-Korea Selatan," kata Dubes Yoon Soon-gu pada peringatan Hari Nasional dan Hari Angkatan Bersenjata Republik Korea yang berlangsung di Jakarta, Kamis (1/10) malam.
Ia mengatakan Korea Selatan banyak mengimpor sumber daya alam dari Indonesia, termasuk batu bara, yang menempatkan Indonesia sebagai mitra terbesar kedua berdasarkan volume impor komoditas tersebut.
"Hal serupa juga berlaku untuk sumber daya alam lainnya, seperti nikel. Indonesia banyak mengekspor sumber daya alam ke Korea Selatan," katanya.
Di sisi lain, lanjutnya, Korea Selatan telah melakukan investasi besar-besaran di sektor manufaktur, khususnya baja, petrokimia, dan otomotif. "Produk-produk manufaktur inilah yang sebagian besar diimpor oleh Indonesia dari Korea," katanya.
Menurutnya, penguatan hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya perlu berfokus pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi dan pembangunan berkelanjutan.
"Kami tidak akan membatasi hubungan hanya pada perdagangan. Investasi dan aspek pembangunan berkelanjutan juga penting," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa hubungan Korea Selatan dan Indonesia terus berkembang sejak 1973, terlebih setelah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus pada April lalu.
Menurutnya, Korsel juga berkomitmen menjadi mitra Indonesia dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045 melalui kerja sama di sektor minyak bumi, baja, lingkungan, dan digital.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Korea untuk ASEAN Lee Chul, juga mengatakan bahwa hubungan Korea Selatan dan ASEAN berkembang ke tingkat tertinggi dengan pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) pada 2024.
"Berdasarkan Visi CSP Korea-ASEAN yang dicanangkan pada 2025, Korea terus mendorong kerja sama substantif dan berorientasi masa depan sebagai kontributor, batu loncatan, dan mitra bagi ASEAN," katanya.