NADIKABAR.COM — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan bantuan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Singapura akan segera dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, Menko Polkam Dudung menyampaikan Pemerintah Indonesia sudah merespons tawaran bantuan dari Malaysia dan Singapura untuk memadamkan karhutla di sejumlah wilayah.
"Ini dari Singapura juga akan ada bantuan juga yang akan dikomunikasikan dengan Kepala BNPB," kata Dudung.
Tidak hanya bantuan dari Singapura, dia menyebut pihak Malaysia juga sudah menyiapkan 52 personel dan tiga pesawat untuk membantu penanganan karhutla.
Dia menegaskan pemerintah Indonesia sendiri sudah mengerahkan sebanyak 60 ribu personel dan 47 pesawat yang dikerahkan untuk memadamkan karhutla yang tersebar di sejumlah lokasi di Indonesia.
Tidak hanya itu, kata Dudung, dalam rapat hari ini Presiden juga mengingatkan untuk memperkuat mitigasi dan pencegahan karhutla, yang merupakan kejadian berulang di Indonesia.
"Jangan sampai, perintah Presiden, setelah terbakar baru ada tindakan. Tapi justru sebelum terbakar itu ada tindakan untuk diantisipasi," tuturnya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir dalam pernyataan di DPR RI pada Kamis (15/10), menyatakan Presiden Prabowo Subianto menyetujui tawaran bantuan dari negara tetangga yang ingin membantu pemadaman karhutla.
Ia menuturkan, mekanisme bantuan tersebut sudah dalam proses pembahasan di level teknis oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Itu sudah dibahas ya, dan itu sekarang dalam proses. Bapak Presiden juga seperti kita ketahui sudah menyampaikan persetujuannya," ujar Arrmanatha