Salah satu pengunjuk rasa mengungkapkan kekhawatirannya dengan berkata, "Hal ini bisa saja menimpa anak-anak saya atau diri saya sendiri. Anda tidak pernah tahu." Pada hari yang sama, polisi Prefektur Okinawa menangkap dua anggota militer AS atas dugaan mengemudi dalam keadaan mabuk. Tindak kejahatan yang melibatkan personel militer AS yang ditempatkan di Jepang, termasuk tindak kejahatan berat seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan, telah lama menjadi sumber kekhawatiran yang mendalam di kalangan masyarakat. Statistik resmi menunjukkan bahwa pada 2025 saja, Kepolisian Prefektur Okinawa menangani lebih dari 100 kasus pidana yang melibatkan anggota militer AS dan personel terkait.