Warek III Norman Arie sebelumnya sempat menjalani pemeriksaan di Mapolresta Banyumas pada Kamis (20/8) malam. Ia kemudian dibawa bersama tujuh orang lainnya ke Jakarta.

Jubir KPK Budi Prasetyo menjelaskan, Sodiq diduga menerima suap terkait penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran (FK) Unsoed.

"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran," papar Budi.

"Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana," lanjutnya.

Budi mengungkapkan, diduga Sodiq menggunakan pihak perantara dalam perkara suap.

"Diduga memang ada layering dalam penerimaan tersebut," ucapnya.

Jubir Unsoed Edi Santoso berujar, kampus menghormati proses hukum yang tengah menjerat para pejabatnya.

"Jadi pada prinsipnya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, ya," ujar dia.

Meski begitu, Edi menyatakan Unsoed bakal memberikan bantuan hukum kepada Akhmad Sodiq, Kuat, dan Norman. Bantuan diberikan dengan menimbang asas praduga tak bersalah.

"Tentu saja (bantuan hukum), dengan menjunjung asas praduga tak bersalah, kami siap mendampingi setiap civitas akademika yang menghadapi masalah hukum," kata dia.

Terciduknya Rektor Unsoed dalam OTT KPK tak pelak membuat sejumlah mahasiswa kecewa.

Salah seorang mahasiswi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unsoed, Naila Alia, mengaku kaget mendengar kabar tersebut. Dia juga mengaitkan kabar pemeriksaan KPK dengan kondisi fasilitas kampus yang dinilai masih belum memadai.

"Jujur kayak, kenapa sih kaget, terus kacau sih. Kita sebagai warga kampus (bagian) belakang, fasilitasnya jujur agak kurang, janggal," ungkapnya.