Udara terganggu itu membuat tenggorokannya tidak nyaman. Monita merasa seperti gatal dan penuh dengan dahak.

"Nah, yang kedua memang akhirnya kerasa tidak nyaman di tenggorokan, karena bau yang terus-menerus menyengat akhirnya tenggorokan itu menjadi seperti gatal, terus penuh dengan dahak," tuturnya.

"Padahal kondisi tidak sedang radang, tidak sedang influenza, tidak sedang batuk, tapi dahak itu selalu ada gitu ya. Nah, saya curiganya ya itu efek langsung dari pencemaran polusi di Sungai Cileungsi itu ya," sambung Monita.