NADIKABAR.COM — Kawasan Industri Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di dalam kawasan sebagai wujud konsistensi mendukung transisi energi. Langkah ini sejalan dengan prinsip keberlanjutan IMIP yang mengedepankan efisiensi sumber daya dan meminimalkan dampak di setiap proses produksi.

Sejumlah PLTS telah beroperasi di kawasan industri terintegrasi berbasis mineral nikel ini dan terus bertambah. Di antaranya PLTS PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) sebesar 0,957 MWp, PT Indonesia Guang Ching Nickel and Stainless Steel Industry (GCNS) 0,304 MWp, dan PT Ocean Sky Metal Industry (OSMI) 0,188 MWp. PT BTR juga telah mengoperasikan PLTS berkapasitas 9,5 MWp.

Deputy Operational Director PT IMIP, Yulius Susanto menegaskan bahwa pengembangan PLTS merupakan upaya mengurangi emisi dari aktivitas perusahaan sekaligus mendukung program Pemerintah Indonesia dalam transisi energi dan target Net Zero Emission (NZE) 2060.

"Kami sudah berkomitmen untuk menuju green industry. Salah satunya pengurangan penggunaan bahan bakar fosil," kata Yulius dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).