NADIKABAR.COM — Pejabat Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) mengakui bahwa delapan personel Angkatan Laut AS yang ditugaskan dalam kapal induk USS Abraham Lincoln melakukan percobaan bunuh diri. Kabar ini sebelumnya sempat dibantah oleh AS.

Kamis (24/9/2026), delapan personel Angkatan Laut AS itu melakukan percobaan bunuh diri selama periode yang mencakup masa operasi tempur melawan Iran dan saat kapal induk tersebut mencetak rekor durasi pelayaran terlama.

Pejabat Pelaksana Tugas Sekretaris Angkatan Laut, Hung Cao, mengakui hal tersebut melalui tanggapan tertulis atas pertanyaan Senator Kirsten Gillibrand mengenai moral dan kesehatan mental awak USS Abraham Lincoln. Cao menulis bahwa tidak ada anggota yang meninggal akibat bunuh diri selama masa penugasan tersebut.

"Sejak awal penugasan Lincoln, tercatat total delapan percobaan bunuh diri di seluruh gugus tempur tersebut," tulis Cao kepada Gillibrand, seorang anggota Partai Demokrat dan anggota Komite Angkatan Bersenjata Senat, dalam surat tertanggal hari Selasa (22/9).

"Angka ini mencakup awak Lincoln serta pelaut dari sayap udara kapal induk, staf gugus tempur dan staf skuadron kapal perusak, kapal-kapal perusak pengawal, dan semua skuadron penerbangan yang turut serta," lanjutnya.

Antara 6.000 hingga 7.000 pelaut Angkatan Laut AS dikerahkan sebagai bagian dari gugus tempur Lincoln yang terdiri dari sekitar enam kapal, di mana kapal induk tersebut tidak bersandar di pelabuhan selama lebih dari enam bulan sembari menjalankan operasi tempur intensif melawan Iran.

"Delapan percobaan bunuh diri adalah angka yang sangat tinggi," ujar seorang pejabat militer AS kepada NadiKabar. Dia mencatat bahwa penugasan gugus tempur kapal induk belakangan ini biasanya hanya mencatat satu atau dua kasus per tahun.

Pihak Angkatan Laut belum merespons soal pernyataan ini. Sementara itu, Gillibrand mengatakan bahwa Trump selama ini telah menutupi fakta ini.

"Apa yang oleh Trump dan Menteri Hegseth dianggap sebagai 'berita palsu' ternyata merupakan kondisi serius yang kian memburuk bagi para anggota militer kita," ujar Gillibrand dalam sebuah pernyataan kepada NadiKabar pada hari Rabu (23/9).

"Pasukan kita dan keluarga mereka melakukan pengorbanan luar biasa setiap harinya, namun presiden justru menanggapi mereka dengan sikap yang sangat tidak menghargai. Fakta bahwa pemerintahan ini mampu menyediakan dana pembayar pajak yang tak terbatas untuk bom, ruang pesta mewah, dan para miliarder, namun tidak mampu mengurus anggota militer kita, adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima."

Sebelumnya, kabar soal isu percobaan bunuh diri ini pernah dibantah oleh AS. Komando militer Amerika Serikat yang bertanggung jawab atas Timur Tengah, CENTCOM, membantah soal percobaan bunuh diri.

Bantahan itu disampaikan dalam unggahan di media sosial X, dilansir media CGTN, Jumat (14/8/2026).

"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis CENTCOM.