NADIKABAR.COM — Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, yang dahulu menjadi sumber penghidupan bagi para pedagang, kini mulai kehilangan daya tariknya. Kini pelanggan ramai-ramai mulai meninggalkan pasar yang membuat omzet para pedagang jatuh.
Penurunan omzet yang mencapai lebih dari 80% lebih memaksa para pedagang mau tak mau menguras sisa tabungan hasil jerit payah di masa kejayaan pasar, hingga harus menumpuk utang demi bertahan hidup dan menjaga usahanya tetap berdiri.
Kondisi ini seperti yang dirasakan oleh salah satu pedagang kosmetik dan produk kecantikan di pasar tersebut, Farid. Di mana menurutnya pasar ini sempat mengalami masa kejayaan pada awal tahun 2000an hingga menjelang 2019 lalu.
Kala itu, Farid mengaku bisa membawa pulang sekitar Rp 5 juta per hari dari hasil berjualan di pasar. Bahkan pada masa-masa kejayaannya itu, ia bisa membeli rumah dan menyisihkan hasil dagangannya dari tabungan.