"Belajar di sini seperti memiliki harapan baru tentang masa depan, karena saat ini semua serba digital. Saya sendiri jadi tertarik ingin menjadi programmer," kata Raihan di sela-sela kegiatan belajar di sekolahnya pada 12 Oktober 2026.

Bagi M. Fathir (17), Sekolah Rakyat bukan hanya tempat mengenal teknologi, tetapi juga kesempatan untuk kembali menempuh pendidikan setelah sempat meninggalkan bangku sekolah.

Siswa asal Kecamatan Banyuresmi, Garut, itu putus sekolah ketika duduk di bangku SMP akibat keterbatasan biaya dan perundungan dari teman-temannya. Setelah tiga tahun tidak bersekolah, ia kembali melanjutkan pendidikannya Sekolah Rakyat.