Upaya tersebut turut mendukung SDGs poin ke-8 melalui penguatan keterampilan kewirausahaan dan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, sekaligus SDGs poin ke-9 melalui pemanfaatan teknologi dan inovasi digital.

Sedangkan Durinda membahas tentang perilaku belajar mahasiswa di era digital pada disertasinya. Ia mengembangkan model integratif yang menjelaskan perilaku belajar mahasiswa melalui interaksi empat faktor utama, yakni social influence, literasi digital, motivasi belajar, dan self-efficacy.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan digital, lingkungan sosial, motivasi belajar, dan keyakinan terhadap kemampuan diri memiliki peran penting dalam membentuk perilaku belajar mahasiswa di era transformasi digital.

Temuan ini sejalan dengan upaya pencapaian SDGs ke-4, khususnya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Meski telah mencapai jenjang pendidikan tertinggi, Durinta dan Durinda tak menganggap S3 sebagai tujuan akhir. Gelar doktor yang keduanya sandang adalah jalan baru untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Menempuh studi pada Program Doktor Pendidikan Ekonomi UM bukan hanya tentang meraih gelar akademik tertinggi, tetapi juga membangun visi besar untuk memberi dampak nyata bagi masyarakat," tegas keduanya.