NADIKABAR.COM β Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Francisco de la Torre Galindo, mengungkap kuliner Indonesia yang menjadi favortitnya. Ternyata, ia doyan rendang lho!
Francisco de la Torre Galindo, Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, baru saja membuat konten seputar kuliner Indonesia. Pria yang sering dipanggil 'Paco' ini sudah tak asing dengan kuliner Indonesia lho!
Dalam video terbaru yang diunggah oleh akun Instagram @embamexindonesia (6/9/2026), Paco tampak mengunjungi sebuah kantin di area perkantoran di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Di sana, ia ditantang untuk memilih kuliner Indonesia yang menjadi favoritnya.
Francisco de la Torre Galindo bermain 'This or That' dengan pilihan kuliner khas Indonesia. Pada awal permainan, Paco diberikan pilihan rawon atau pempek dan dengan cepat ia memilih pempek.
Selanjutnya, ia diberikan pilihan tim redaksi pempek dan gado-gado. Lalu, ia memilih gado-gado, karena menurutnya lebih enak.
Tak hanya itu saja, pilihan selanjutnya ia harus memilih tim redaksi gado-gado dan soto Betawi. Tanpa berpikir, Paco langsung memilih soto Betawi.
Pilihan menu Soto Betawi itu terus dipilih oleh Paco. Ia tampak menyukai soto Betawi dibandingkan ayam geprek, mie ayam, dan lainnya.
Ketika pilihan tim redaksi Soto Betawi dan Sate, Paco tampak bingung. Namun, akhirnya ia tetap memilih soto Betawi.
"Ini pilihan yang sulit, Soto Betawi!" ujarnya.
Pilihan soto Betawi itu akhirnya pupus ketika opsi nasi goreng muncul ditanyakan. Setelah itu, pilihan kuliner Indonesia favoritnya berubah menjadi nasi goreng dan berakhir memilih rendang.
"Ini kacau, rendang. Rendang nomor satu!" ungkapnya
Menu rendang akhirnya menutup rangkaian This or That yang dimainkan oleh Francisco de la Torre Galindo. Menurutnya, rendang berhasil mengalahkan lezatnya nasi goreng dan bakso.
"Rendang atau bakso?" tanya tim dari @embamexindonesia
"Ini tidak adil. Hmm, rendang!" jawabnya.
Paco mengungkapkan alasan mengapa ia memilih rendang yang menjadi favoritnya. "Rendang itu makanan istimewa dan itu mengingatkan saya pada kompleksitas pembuatan mole di Meksiko," ungkapnya.
"Tidak ada hubungannya, tapi sangat mirip dalam bagian kompleks dari kuliner," lanjut Fransisco.
Francisco de la Torre Galindo mengatakan jika kompleksitas rendang mirip seperti mole. Ini merupakan hidangan khas Meksiko yang ternyata salah satu jenis saus dengan cita rasa yang kompleks.
Mole berasal dari bahasa Nahuati yang dibaca 'molli', berarti saus. Meski Fransisco menyebut mole mirip dengan rendang, tapi bahan yang digunakan berbeda.
Dilansir dari Familia Kitchen (7/9/2026), bahan bakunya terdiri atas cabai kering, rempah-rempah, kacang, biji-bijian, dan juga sering ditambahkan cokelat. Biasanya saus mole ini disajikan bersama daging ayam atau kalkun.
Warna saus ini cokelat pekat dengan tekstur yang kental. Tak heran jika sang duta besar mengatakan kalau sajiannya mirip rendang.
Diketahui juga kalau sajian mole ini sudah ada sejak abad ke-16 menurut etnografi Mesoamerika: Historia General de las Cosas de Nueva EspaΓ±a yang ditulis oleh friar Bernardino de SahagΓΊn.