Sumy menjelaskan jasad teridentifikasi jika ada minimal satu metode primer yang cocok seperti sidik jari, DNA, atau catatan gigi.

Sedangkan jika berdasarkan metode sekunder yang cocok seperti ciri medis dan properti minimal cocok dengan dua data pembanding.

"Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta," jelas Sumy.