NADIKABAR.COM — Kepala Biro Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti mengatakan tim DVI kini mengandalkan data pembanding DNA untuk bisa mengidentifikasi korban tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8.
"Jasad korban yang ditemukan sudah sulit dikenali sehingga pemeriksaan banyak mengandalkan data pembanding DNA," kata dia di Banjarmasin, Minggu.
Meski begitu, diharapkan tentunya masih ada upaya untuk mengenali identitas korban melalui ciri medis maupun properti pribadi korban.
Sumy menjelaskan jasad teridentifikasi jika ada minimal satu metode primer yang cocok seperti sidik jari, DNA, atau catatan gigi.
Sedangkan jika berdasarkan metode sekunder yang cocok seperti ciri medis dan properti minimal cocok dengan dua data pembanding.
"Jadi pemeriksaan sampel DNA menjadi upaya terakhir mengingat proses ini juga memerlukan waktu dan harus dikirim ke Jakarta," jelas Sumy.
Sumy pun memohon pihak keluarga dapat bersabar dan memastikan tim DVI telah bekerja keras untuk mempercepat proses identifikasi setiap jasad korban yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Hingga kini tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 63 jenazah dari 80 jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Sementara 17 jenazah lainnya masih proses identifikasi termasuk mengirim sampel DNA ke Jakarta.