Selain itu, sampel DNA diambil dari keluarga inti melalui swab bagian dalam pipi atau swab buccal. Budi menerangkan metode ini digunakan untuk membantu mencocokkan identitas korban dengan data yang diperoleh dari jenazah.

"Selain data primer, kami juga mengumpulkan data sekunder, keluarga dimintai informasi mengenai ciri fisik yang menonjol, seperti tanda lahir, bekas luka operasi, maupun ciri khusus lainnya," imbuhnya.

Tak hanya itu, untuk barang pribadi korban juga ditanyakan, mulai dari gelang, jam tangan, hingga pakaian terakhir yang digunakan sebelum kapal tenggelam. Seluruh data tersebut dikumpulkan untuk membantu Tim DVI mempersempit pencarian dan memastikan identitas para korban.