NADIKABAR.COM — Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menggelar vaksinasi human papillomavirus (HPV) di empat kota dengan 784 peserta terdaftar serta menyediakan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS).

Penasihat DWP Kementerian ESDM Sri Suparni Bahlil mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya meningkatkan kesadaran perempuan mengenai pentingnya pencegahan penyakit dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

"Bukan berarti kita sakit dulu baru ke rumah sakit. Jadi, ayo kita sama-sama lebih peduli kepada diri kita sendiri. Karena kita sebagai seorang ibu, sebagai perempuan, ini perannya sangat penting. Kalau kita sehat, insyaallah keluarga juga akan sehat," ujar Sri Suparni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Kegiatan tersebut dibuka di GOR Bulu Tangkis Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (19/10), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.

Vaksinasi HPV diselenggarakan di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Cepu. Dari total 784 peserta yang terdaftar di empat kota tersebut, sebanyak 446 orang merupakan peserta di Jakarta.

Kegiatan itu mendapat dukungan Badan Geologi, tenaga kesehatan, Rumah Sakit Dharmais, PT Bio Farma, serta Yayasan Kanker Payudara Indonesia.

Sri Suparni menjelaskan kegiatan tersebut secara khusus menyasar pegawai perempuan dan anggota DWP Kementerian ESDM untuk membangun kesadaran menjaga kesehatan, dimulai dari lingkungan terdekat sebelum diperluas kepada masyarakat.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan sebaiknya tidak menunggu munculnya keluhan agar penyakit dapat diketahui dan ditangani sejak dini.

"Jangan menunda pemeriksaan, jangan menunggu sakit dulu baru kita ke rumah sakit. Jangan biarkan rasa takut, malu, atau kesibukan menghalangi kita untuk menjaga kesehatan. Merawat diri adalah bagian dari cara kita merawat keluarga," ujarnya.

Sri Suparni juga mengingatkan bahwa vaksinasi HPV bukan akhir dari upaya pencegahan kanker serviks sehingga pemeriksaan dan deteksi dini tetap perlu dilakukan secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Selain menjaga kesehatan diri, ia berharap perempuan dapat menjadi penyampai informasi kesehatan yang benar bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Perempuan juga diharapkan mengajak perempuan lain lebih peduli terhadap kesehatan serta mengajak anak perempuan mengikuti imunisasi HPV sesuai program pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Suparni turut mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara melalui pengenalan kondisi tubuh dan pemeriksaan kesehatan apabila ditemukan perubahan yang memerlukan perhatian medis.

"Kanker payudara belum dapat dicegah melalui vaksinasi. Karena itu, perempuan perlu mengenali kondisi tubuhnya sendiri dan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan perubahan yang perlu diperiksa lebih lanjut," ujarnya.

Ke depan, ia berharap layanan pemeriksaan kesehatan perempuan, termasuk mamografi, dapat diperluas agar semakin banyak perempuan di berbagai daerah memperoleh akses terhadap fasilitas deteksi dini kanker.