NADIKABAR.COM — Perempuan berinisial DYP, teman ANW, mendatangi Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026). DYP menjalani asesmen psikologis dan pemeriksaan medis terkait luka yang dialaminya dalam dugaan penganiayaan.
Kasus dugaan penganiayaan masih melibatkan Betrand Peto dan kawan-kawan. Namun, dalam kasus ini Betrand Peto sebagai saksi karena berada di lokasi tersebut. Laporan adanya dugaan penganiayaan terjadi buntut ANW menangis yang berujung pada laporan dugaan tindak kekerasan seksual dengan terlapor Betrand Peto.
DYP disebut melaporkan rekan Betrand Peto, BH, atas dugaan penganiayaan yang diduga terjadi akibat perselisihan. Kuasa hukum DYP, Eddy Sianipar, mengatakan kliennya menjalani pemeriksaan psikologis sekaligus pemeriksaan klinis terhadap luka di bagian telinga.
"Ini satu korban, yaitu DYP, ya. Hari ini pemeriksaan yang dilakukan yaitu berupa asesmen dan juga pemeriksaan klinis terkait dengan telinga yang sobek kemarin sewaktu kejadian. Dan puji Tuhan, alhamdulillah, pemeriksaan sehari ini sudah berjalan dengan lancar, semuanya sudah ditangani oleh pihak psikolog dalam hal ini LPSK dan juga tim medis pemeriksaan klinis," kata Eddy di LPSK, Senin (28/9/2026).
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Thulus Pardosi, menjelaskan pihaknya saat ini mendampingi dua klien, yakni DYP dan ANW. Keduanya menangani perkara berbeda.