"Hati saya hancur melihat besarnya kehancuran dan hilangnya nyawa warga sipil serta anak-anak," katanya.

Ia juga menyoroti ketidakadilan sistemik di Tepi Barat yang tidak bisa diabaikan. Ed Sheeran juga meminta maaf atas keputusan-keputusan yang diambil baru-baru ini.

"Minggu ini, kritik yang muncul berkaitan dengan hal yang jauh lebih penting; saya harus mengambil keputusan sulit dan saya melakukan kesalahan, dan saya sungguh, sungguh meminta maaf," tuturnya.

Sebelumnya, Macklemore dicoret dari jadwal tur AS Sheeran yang tersisa setelah melontarkan pernyataan pro-Palestina saat tampil di Stadion MetLife, New Jersey, awal bulan ini.

Macklemore mengatakan ia dicoret akibat tekanan dari pihak pemilik stadion. Sementara Robert Kraft, pemilik Stadion Gillette di Massachusetts, menyatakan bahwa partisipasi sang rapper dibatalkan karena apa yang ia sebut sebagai rekam jejak "retorika dan citra antisemit."

Sementara itu, Ed Sheeran mengaku "telah berbicara panjang lebar dengan pihak pengelola lokasi untuk mencoba mencari jalan tengah" sebelum Macklemore akhirnya dicoret.

Usai kontroversi itu, sejumlah massa demonstran pro-Palestina berkumpul di dekat lokasi konser di Philadelphia pada Sabtu. Mereka mendesak para artis, penggemar dan kru tidak menghadiri konser Ed Sheeran. Namun, pendapat para penggemar terbelah mengenai kontroversi tersebut.