Beberapa penggemar yang berdatangan memasuki stadion mengaku sempat ragu untuk hadir akibat adanya kontroversi tersebut, namun akhirnya memutuskan untuk tetap datang dan menikmati musiknya.
"Dia sebenarnya bisa saja dengan mudah mengabaikan semua ini, namun dia justru mengambil sikap dan angkat bicara," ujar seorang penggemar usai pertunjukan.
Namun, ada pula warga lain, Brandon Ateke (18), yang mengubah rencananya. Mahasiswa Brown University itu menuding Sheeran terlibat bersama Kraft dan pihak-pihak lain dalam upaya membungkam Macklemore.
"Saya memutuskan untuk tidak menghadiri konser dan justru mengikuti aksi protes guna menyoroti genosida yang sedang berlangsung di Gaza saat ini," ujarnya kepada AFP.
Sementara itu, Departemen Kepolisian Philadelphia menyatakan pihaknya memantau acara tersebut dan melakukan "penyesuaian yang diperlukan berdasarkan kebutuhan keselamatan publik.
Ed Sheeran mengatakan kepada penonton bahwa "siapa pun disambut" di konsernya. Ia menyebut orang-orang dengan pandangan yang berbeda tetap bisa bersatu melalui musik.
"Konser saya selalu menjadi ruang yang aman bagi semua orang, dan hal itu sangat berarti bagi saya," ujarnya.