Sebagai Pimpinan MPR, Eddy mengajak NU untuk bersama-sama membangun kolaborasi untuk membangun ketahanan energi. Ajakan ini juga mencakup percepatan transisi menuju energi bersih serta pemenuhan amanat konstitusi untuk lingkungan yang bersih dan sehat sebagai hak masyarakat.

"Saya mengajak mari berkolaborasi untuk mewujudkan ketahanan energi dan transisi menuju energi terbarukan sebagai bagian dari visi Presiden Prabowo sekaligus urgensi dakwah ekologis. Transisi energi harus menjadi jalan menuju kedaulatan energi, sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya sendiri dengan sumber daya yang kita miliki," ungkapnya.

Ia menegaskan ketahanan energi membutuhkan gerakan sosial yang luas, bukan hanya kebijakan pemerintah dan regulasi di parlemen. Dalam konteks ini, NU dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena memiliki jaringan pesantren, ulama, dai, lembaga pendidikan, hingga komunitas yang berakar kuat di tengah masyarakat.