NADIKABAR.COM — Festival Mustika Rasa di Alun-Alun Selatan Yogyakarta berlangsung meriah dan semarak dengan kegiatan Senam Cinta Nusantara, pemeriksaan kesehatan gratis, serta gelaran ratusan kuliner Nusantara dan panggung hiburan. Kegiatan yang digelar selama dua hari di akhir pekan bulan Agustus 2026, tepatnya Sabtu dan Minggu, 29-30 Agustus, tersebut mendapatkan antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan.

Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Yogyakarta Eko Suwanto menyampaikan, kegiatan festival selama dua hari tersebut memiliki semangat mengajak masyarakat untuk bisa hidup sehat dan tercukupi kebutuhan gizi pangannya.

"Saya merasakan dengan berkegiatan senam sehat, lalu berkunjung ke stan UMKM yang menggelar aneka kuliner Nusantara, menemukan banyak potensi olahan pangan sehat, enak, dan murah yang patut dikembangkan untuk pangan lokal. Ke depan, kita dorong Pemda menjamin pangan yang enak, sehat, dan murah bagi masyarakat," kata Eko Suwanto dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

"Salah satu yang terus kita perjuangkan adalah anggaran untuk mengatasi stunting dengan dukungan makanan yang sehat bagi calon pengantin, ibu hamil, ibu baru melahirkan, ibu menyusui, dan balita. Dengan menu sebagaimana di Buku Mustika Rasa kita jalankan serius, saya yakin stunting akan dapat diatasi, tentu didukung dengan lingkungan yang baik," sambungnya.

Eko Suwanto menambahkan bahwa pada tahun 2025 setiap kelurahan di Kota Yogyakarta mendapatkan anggaran Rp100 juta. Selanjutnya, pada tahun 2026, anggaran tersebut naik menjadi Rp120 juta per kelurahan.

"Anggaran penanganan stunting bagi 45 kelurahan di Kota Yogyakarta kita pastikan naik, lebih dari Rp120 juta. Namun, angka pastinya berapa, mohon doa dan dukungan masyarakat, sedang kita perjuangkan," ujar Eko Suwanto.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan antusiasme masyarakat cukup besar, termasuk saat ada kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga yang hadir di lokasi.

"Semua yang periksa kesehatan gratis kita layani. Kalau tekanan tinggi, kita sediakan obatnya. Alhamdulillah, yang periksa 500 orang lebih," kata Hasto Wardoyo.

Festival Mustika Rasa 2026 di Alun-Alun Selatan Yogyakarta disebut sebagai bagian dari komitmen PDI Perjuangan untuk memastikan kecukupan gizi bagi masyarakat di Indonesia. PDI Perjuangan berkomitmen kuat untuk terus menggelorakan semangat berdikari dalam menciptakan kecukupan gizi masyarakat Indonesia.

"PDI Perjuangan menggelorakan kembali Mustika Rasa yang disampaikan oleh Bung Karno, sangat lengkap, dalam satu buku tebal, resep mendidik rakyat agar kita memiliki gizi yang cukup, bisa ditanam di sekitar kita," kata Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto Kristiyanto mengatakan, selama ini, PDI Perjuangan terus menggali dan konsisten mengupayakan kemandirian pangan masyarakat. Melalui Buku Mustika Rasa yang diaktualkan dalam festival kuliner di Yogyakarta ini menunjukkan bahwa Indonesia begitu kaya dengan bahan makanan dan bumbu luar biasa. Perlu hadir inovasi dalam aspek standar rasa dan kemasan yang lebih menarik.

"Saya tadi merasakan es krim dibuat dari kimpul, patut dipatenkan, enak sekali. Lalu ada brongkos dan lain-lain," ujar Hasto Kristiyanto.

"Sesuai instruksi Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDI Perjuangan, penting terus menggali potensi seluruh kuliner dari desa, membentuk khasanah kebudayaan dalam budaya Nusantara," sambungnya.

Sebagai informasi tambahan, acara itu diikuti 100 stan UMKM yang memadati Alun-Alun Selatan Yogyakarta dengan menyajikan beragam hidangan tradisional khas DIY dan Jawa Tengah, kuliner langka Nusantara, serta produk fesyen dan kerajinan lokal. Festival ini selain mengangkat keberagaman menu tradisional warisan Bung Karno juga menjadi bukti bahwa Indonesia kaya akan kuliner tradisional.