Pada 2025, ekspor ekonomi kreatif mencapai sekitar 31,94 miliar dolar AS, dengan investasi mencapai Rp183 triliun dan menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja.
Ia juga melihat beberapa subsektor yang potensial untuk dijadikan ekspor ke berbagai negara diantaranya gim dan animasi karena memiliki skalabilitas yang bisa dijual ke banyak negara dengan biaya distribusi tambahan yang relatif rendah.
Selain itu ia juga melihat potensi konten digital, desain, software, aplikasi dan jasa kreatif berbasis AI juga sangat prospektif karena bisa diekspor tanpa harus memindahkan barang secara fisik yang merupakan keunggulan utama ekspor jasa kreatif.
Namun, ia mengatakan penggunaan AI dalam jasa kreatif jangan hanya dipakai untuk menurunkan biaya produksi tapi juga digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sehingga karya kreator Indonesia mampu melayani pasar global dengan nilai kontrak yang lebih tinggi.