Besarnya ruang pertumbuhan, jelas dia, harus dihitung dari kesenjangan output, produktivitas, dan kapasitas yang benar-benar dapat diaktifkan.
"Jika hambatannya adalah daya beli lemah dan ketidakpastian usaha, tambahan likuiditas belum tentu menjadi investasi. Menahan bunga dapat mencegah tekanan tambahan, tetapi pemulihan membutuhkan permintaan yang kuat dan kepastian pasar bagi dunia usaha,” kata Rizal.
Terkait nilai tukar, BI juga sebelumnya menyatakan penggunaan intervensi melalui transaksi spot dikurangi dengan porsinya kini sekitar 30 persen dari total intervensi.
Mengenai hal ini, Rizal menjelaskan pengurangan porsi intervensi spot menjadi sekitar 30 persen dapat menghemat penggunaan cadangan devisa, tetapi ukuran keberhasilannya adalah kemampuan meredam gejolak dan menjaga kecukupan dolar di pasar.
"Porsi yang turun juga belum tentu berarti nominal intervensi berkurang. Risikonya muncul ketika kebutuhan dolar tunai meningkat, sementara instrumen derivatif tidak sepenuhnya mampu menggantikannya," kata dia.
Karena itu, Rizal menilai porsi 30 persen untuk intervensi spot perlu tetap fleksibel. Sebab, menurutnya, penghematan intervensi bisa menjadi mahal apabila memicu ekspektasi pelemahan dan mendorong pelaku pasar mempercepat pembelian dolar.