Wijayanto mendorong pemerintah melakukan diversifikasi pasar ekspor dengan memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan negara mitra.
Langkah tersebut dinilai penting guna mengantisipasi perlambatan ekonomi di sejumlah negara tujuan utama ekspor Indonesia.
Ia juga menyampaikan pentingnya percepatan finalisasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) untuk membuka peluang pasar ekspor yang lebih besar.
"Percepat finalisasi IEU-CEPA. Eropa merupakan pasar yang lebih berpotensi dari AS," katanya.
Terkait potensi perlambatan dari negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat, China, India, Wijayanto menilai kebijakan saat ini, termasuk insentif fiskal bagi eksportir dan perjanjian perdagangan bilateral, masih belum cukup untuk menghadapi risiko perlambatan permintaan dari negara