NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai program MagangHub perlu didukung kebijakan tambahan lainnya agar dampaknya terhadap penyerapan tenaga kerja dapat semakin besar, termasuk melalui investasi dan penciptaan lapangan kerja.

"Terkait dampaknya terhadap pengangguran muda, program ini semestinya bisa membantu. Tetapi jangan dianggap sebagai solusi one-size-fits-all yang bisa menyelesaikan permasalahan ini sendirian. Program ini harus diperkuat dengan program-program dan kebijakan-kebijakan yang lain, jadi tidak berdiri sendiri," kata Faisal saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.

Faisal mengingatkan masalah pengangguran pada kelompok muda merupakan persoalan yang lebih besar, sehingga program magang tidak dapat menjadi satu-satunya solusi.

Menurutnya, program magang hanya merupakan salah satu solusi yang dapat ditawarkan sehingga perlu diperkuat bersama kebijakan lainnya.

Salah satu kebijakan yang dapat didorong, imbuh Faisal, yakni meningkatkan investasi dan mengarahkan investasi yang masuk agar dapat menyerap tenaga kerja di dalam negeri.

Selain itu, syarat penyerapan tenaga kerja dalam negeri perlu didorong dalam setiap usaha yang berdiri atau menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia.

Ia memandang sepanjang kebutuhan terhadap tenaga kerja dalam negeri dapat dipenuhi oleh suplai yang tersedia, perusahaan semestinya tidak mengambil tenaga kerja asing dari luar negeri.

Pengecualian dapat diberikan apabila keahlian yang dibutuhkan memang tidak tersedia di dalam negeri, atau keahlian tersebut tersedia tetapi kualitasnya jauh lebih rendah sehingga dikhawatirkan menurunkan produktivitas atau performa perusahaan.

Secara umum, Faisal menilai program magang dapat membantu mengatasi persoalan mismatch keterampilan. Namun begitu, persoalan tersebut hanya merupakan salah satu dari sejumlah masalah yang berkaitan dengan pengangguran.

"Masalah lainnya adalah apakah jumlah penyediaan lapangan pekerjaannya cukup atau tidak. Hal inilah yang juga harus diatasi untuk bisa menekan tingkat pengangguran," kata dia.

Selain jumlah lapangan kerja, Faisal juga menekankan pentingnya memperhatikan kualitas pekerjaan dan tingkat upah.

Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan bukan hanya soal seseorang tidak lagi menganggur, tetapi juga bagaimana kualitas pekerjaan yang diperoleh dan tingkat upah yang diterimanya.

Ia menambahkan program magang juga perlu diperluas dengan tetap disertai evaluasi secara berkala. Menurutnya, orang yang telah mengikuti program magang masih menghadapi hambatan untuk masuk ke dunia kerja, terutama ketika persaingan kerja ketat.

Karena itu, Faisal menilai engagement dengan dunia usaha perlu diperkuat agar semakin banyak pelaku usaha mengetahui program tersebut dan menyediakan tempat kerja bagi para pencari kerja, khususnya peserta program magang.