NADIKABAR.COM — Lead Economist Bank Danamon Indonesia Irman Faiz menilai surplus perdagangan Agustus 2026 sebesar 3,55 miliar dolar AS atau sekitar Rp63,68 triliun memberi bantalan devisa jangka pendek di tengah permintaan impor terkait investasi yang tetap kuat.
Menurut dia, peningkatan surplus terutama ditopang koreksi impor secara bulanan, sementara impor bahan baku dan barang modal secara tahunan masih tumbuh kuat sejalan dengan aktivitas investasi dan produksi.
"Surplus perdagangan Agustus memberi bantalan devisa jangka pendek, tetapi kami melihat perbaikannya masih rapuh, bukan struktural. Peningkatan surplus lebih banyak ditopang koreksi impor bulanan dibandingkan percepatan ekspor," kata Irman dalam kajian Indonesia Macro Glint Bank Danamon yang diterima di Jakarta, Sabtu.