Irman menjelaskan impor bahan baku dan barang antara untuk menunjang produksi turun 11,1 persen secara bulanan pada Agustus, sementara impor barang modal berkurang 16 persen.

Namun, secara tahunan, impor bahan baku dan barang antara masih tumbuh 22,5 persen, sedangkan impor barang modal meningkat 10,6 persen.

"Dengan impor bahan baku dan barang modal yang masih tumbuh kuat dibandingkan tahun lalu, kami memperkirakan aktivitas investasi akan terus menghasilkan kebutuhan impor dan devisa yang cukup besar," ujar Irman.