NADIKABAR.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta tumbuh sebesar 5,87 persen pada triwulan III 2026 dibandingkan periode yang sama tahun 2025 atau secara tahunan (yoy).

"Pada triwulan III tahun 2026, dibandingkan triwulan III tahun 2025, ekonomi Jakarta tumbuh sebesar 5,87 persen secara tahunannya," kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta, Kamis.

Dia menyampaikan, secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DKI Jakarta Atas Dasar Harga Berlaku di Jakarta pada triwulan III 2026 sebesar Rp1.069,06 triliun, sedangkan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) sebesar Rp596,33 triliun, atau tumbuh 5,87 persen dibandingkan triwulan III-2025.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa lapangan usaha dengan kontribusi terbesar bagi ekonomi Jakarta pada triwulan III-2026 yaitu sektor perdagangan besar dan eceran dengan kontribusi sebesar 18,12 persen, diikuti konstruksi (11,17 persen), industri pengelolaan berkontribusi (10,94 persen).

"Untuk konstruksi, pertumbuhan didorong oleh meningkatnya konstruksi gedung dan infrastruktur. Ini tercermin dari realisasi dari pembangunan moda Lintas Raya Terpadu (LRT) Velodrome-Manggarai dan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta fase 2A yang juga meningkat," kata Kadarmanto.

Sementara itu, dari sisi produksi, lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 10,86 persen, diikuti penyediaan akomodasi dan makan minum (9,57 persen), serta jasa lainnya (8,31 persen).

"Sedangkan dari sisi pengeluaran komponen ekspor mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 9,86 persen," kata Kadarmanto.

Adapun perekonomian Jakarta pada triwulan III-2026 juga tercatat tumbuh sebesar 0,36 persen jika dibandingkan dengan triwulan II-2026 (q-to-q).

Adapun secara kumulatif, ekonomi Jakarta hingga triwulan III-2026 atau sepanjang periode Januari-September 2026 tumbuh sebesar 5,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.