Wahyudin menuturkan daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi paling cepat di Indonesia adalah Maluku Utara yang mencatatkan angka lebih dari 16 persen pada triwulan III 2026 tersebut.

Lapangan usaha pertambangan dan penggalian serta industri pengolahan menjadi pendorong utama pertumbuhan bagi ekonomi Nusa Tenggara Barat dengan nilai masing-masing sebesar 30,23 persen dan 19,02 persen.

Kinerja kedua lapangan usaha itu didukung oleh peningkatan produksi konsentrat tembaga sejalan dengan berlanjutnya siklus produksi tambang pada fase optimal dan optimalisasi smelter.