Saipul juga mengaku tidak pernah mengklik pengadaan smartboard bersama Supriadi (terdakwa). Ia menilai hal tersebut fitnah karena melihat leptop saja tidak pernah.

"Saat itu yang mengklik adalah Bahrun Walidin, atas perintah Pj Bupati Langkat Faisal. Akunnya saja tidak pernah saya lihat Yang Mulia," tambahnya.

Dalam persidangan, ia juga mengaku sama sekali tidak pernah menerima aliran uang. Saipul mengatakan saat itu dirinya terkena kasus sehingga tidak memberikan waktu dengan baik dalam pengadaan smartboard.

"Saya tidak pernah menerima sepeser pun uang, bahkan saat itu saya tidak konsen lagi. Jangankan mengurus smartboard, mengurus diri sendiri tidak bisa lagi karena ada kasus saya," pungkasnya.