"Kemudian karena Pak Menteri perintah tidak boleh ada catatan yang keluar dari ruangan ini, akhirnya saya bakar catatan itu. Tetapi yang saya masih ingat adalah Pak Menteri marah dan menyatakan 'siapa yang menyeleweng, ngaku saja di sini', begitu. Tapi tidak ada yang menyatakan kata-kata. Kemudian 'kalau misalnya tidak ada yang mengaku, kita hadapi bersama-sama Pansus, tetapi nanti tanggung jawab sendiri sendiri' begitu," lanjut Bahiej.
Bahiej mengatakan rapat itu digelar karena adanya isu Pansus Haji DPR. Dia mengatakan rapat dihadiri sekitar 15-20 orang.
"Terkait teknis pengumpulan dan lain segala macam yang teknis-teknis tadi, apakah penyampaian dari beliau atau yang lain?" tanya Mellisa.
"Tidak, tidak. Kalau teknis-teknis tidak. Itu karena ada isu Pansus dan kemudian Pak Menteri Agama mengumpulkan JPT-JPT (Jabatan Pimpinan Tinggi) yang terkait," jawab Bahiej.
"Ada berapa orang totalnya yang hadir itu?" tanya Mellisa.
"Kurang lebih 20-an atau 15 orang lah gitu," jawab Bahiej.
Bahiej mengatakan tak ada peserta rapat yang mengaku dalam rapat tersebut. Sebagai informasi, Bahiej kini menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Tidak ada yang mengaku saat itu?" tanya Mellisa.
"Tidak ada yang mengaku," jawab Bahiej.