"Saya juga walaupun di sini sebagai korban dari beliau, saya menyampaikan ke keluarga beliau untuk mengutamakan mencari solusi sama-sama. Biar bagaimanapun beliau sudah lama bekerja dengan saya dan walaupun saya merasa sakit hati karena sudah percaya sekali, tapi saya masih ada perasaan manusiawi," ujarnya.

Inara mengaku masih memikirkan keluarga Agung, termasuk anak-anaknya. Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan menghasilkan jalan keluar terbaik bagi semua pihak.

Kasus ini bermula dari laporan Wardatina Mawa, terhadap Inara Rusli terkait dugaan perselingkuhan atau perzinaan. Rekaman CCTV dari rumah Inara disebut menjadi salah satu bukti dalam perkara tersebut.

Inara kemudian melaporkan dugaan akses ilegal ke Bareskrim Polri pada November 2025 karena, merasa rekaman dari kediaman pribadinya diambil tanpa izin. Perkara tersebut kemudian naik ke tahap penyidikan pada 9 Januari 2026.