Efisiensi tersebut ikut memperbaiki posisi laba bersih MUJ. Pada semester I 2025, MUJ masih mencatat rugi bersih sebesar Rp169 miliar. Namun pada semester I 2026, perusahaan berbalik membukukan laba bersih sebesar Rp2,5 miliar.
"Laba (Rugi) Bersih mengalami perubahan paling signifikan: dari rugi Rp169 M pada SMT I 2025 menjadi laba Rp2,5 M pada SMT I 2026," katanya.
Perubahan tersebut terjadi meski beban pajak mengalami kenaikan cukup besar. Beban pajak pada semester I 2026 mencapai Rp25 miliar, naik 65 persen dari Rp15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Romli juga menjelaskan adanya faktor lain yang memengaruhi perubahan kinerja tersebut, khususnya dari bagi hasil Participating Interest (PI) di Wilayah Kerja ONWJ.
"Perubahan yang signifikan dikarenakan pada tahun 2025 bagi hasil PI merupakan $1/bulan dikarenakan besarnya biaya expenditure pada Wilayah Kerja ONWJ untuk perbaikan fasilitas," ujar Romli.